Senin, 20 Oktober 2014

KIMIA DALAM KEHIDUPAN KITA



KIMIA DALAM KEHIDUPAN KITA
A. Hakikat Ilmu Kimia
Kimia adalah ilmu yang mencari jawaban atas pertanyaan apa,mengapa,dan bagaimana gejala-gejala alam yang berkaitan dengan komposisi, struktur dan sifat, dan perubahan susunan atau sifat zat serta perubahan energi yang terjadi pada waktu zat nmengalami perubahan.

B. Karakteristik Ilmu Kimia
1. Ilmu Kimia Bersifat Abstrak
Pusat kegiatan kimia merupakan partikel-partikel yang bersifat renik. Meskipun demikian abstrak bukan berarti tidak ada, karena partikel-partikel tersebut memang ada dan menjadi penentu semua reaksi kimia yang terjadi di alam ini.
2. Ilmu Kimia Merupakan Penyederhanaan dari yang Sebenarnya
Kebanyakan objek yang ada di dunia ini merupakan campuran zat-zat kimia yang kompleks dan rumit. Agar kekompleksan tersebut mudah dipelajari, maka pelajaran kimia dimulai dimulai dari gambaran yang disederhanakan, misalnya zat-zat dianggap murni atau hanya megandung dua atau tiga zat saja.
3. Ilmu Kimia Berkembang dengan Cepat
Ruang lingkup kimia sangat luas meliputi pembahasan tentang materi, wujud, sifat dan perubahan materi serta energi. Luasnya ruang lingkup tersebut memungkinkan kimia berkembang sangat pesat di hampir semua bidang kehidupan.produk baru yang sangat membantu misalnya penggunaan polimer sebagai pengganti bahan aku dari logam hingga perkembangan dalam bidang makanan.
4.ilmu kimia Meliputi konsep-konsep dan Aturan-aturan kimia
Selain itu,dalam kimia juga mempelajari deskripsi seperti fakta-fakta kimia,aturan-aturan kimia,peristilahan kimia,dan lain-lain.
C.Metode ilmiah
1.Pengertian Metode ilmiah
Metode ilmiah adalah pendekatan atau cara yang di pakai dalam penelitian.dalam metode ilmiah  dilakukan pengamatan dan dibentuk hipotesis dalam upaya untuk menjelaskan fenomena alam.
2.Lankah-langkah metode ilmiah
1.   Melakukan observasi
2.   Mementuk hipotesis yang menjelaskan observasi
3.   Melakukan eksperimen yang menguji hipotesis
4.   Hipotesis kini enjadi teori
5.   Mengumpulkan data yang relevan selam jangka waktu yang lama.
6.   Teori sekarang menjadi hukum.
3.karakteristik metode ilmiah
Lankah langkah:
a.kritis dan analisis,mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah
b.logis,dapat memberikan argumentasi ilmiah.
c.objektif,dapat dicontoh ilmuwan lain.
d.konseptual,proses pengembangan konsep teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan
e.bersifat empiris,mertode yang di paki didasarkan pada fakta di lapangan.

D.Keselamatan Kerja di Laboratorium
1.    Tata Tertib di Laboratorium
Laboratorium merupakan tempat menyimpan bahan-bahan yang berbahaya.
a.)  Persiapan sebelum memulai kegiatan di Laboratorium
-         Jangan bekerja sendirian di laboratori

Semua kegiatan harus didampingi oleh guru pembimbing. Agar dapat diberikan pertolongan pertama jika terjadi kecelakaan di laboratorium.
-         Aturlah area kerja anda
b.) Gunakan Pakaian Laboratorium dengan benar
-         Gunakan kacamata pengaman atau gunakan penutup yang lebih besar untuk menutupi seluruh wajah
-         Gunakan sarung tangan dan jas laboratorium
c.)  Jagalah sikap selama di Laboratorium
-         Jagalah agar seluruh senyawa dan pelarut jauh dari mulut, kulit, mata dan pakaian.
-         Berhati-hatilah jika bekerja menggunakan asam kuat, reagen korosif, volatil, dan mudah terbakar.
d.) Berhati-hatilah Menggunakan Api
-         Jangan memanaskan cairan atau larutan terutama cairan organik terbuka.
-         Jangan memanaskan, mencampur, menuang atau mengocok bahan kimia dekat wajah dan tubuh sendiri ataupun orang lain.
-         Jangan pernah memanaskan sistem tertutup karena dapat terjadi ledakan.
Alat-Alat di Laboratorium dan Kegunaannya


1.                       Erlenmeyer
clip_image002
Tempat membuat larutan. Dalam membuat larutan erlenmeyer yang selalu digunakan.

2.                      Labu destilasi
clip_image004
Untuk destilasi larutan. Pada bagian atas terdapat karet penutup dengan sebuah lubang sebagai tempat termometer.







3.                       Gelas Beaker
clip_image006 
Tempat untuk menyimpan dan membuat larutan. Beaker glass memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur volume suatu zat ciar.

4.                       Corong gelas
clip_image008 
Corong dibagi menjadi dua jenis yakni corong yang menggunakan karet atau plastik dan corong yang menggunakan gelas. Corong digunakan untuk memasukan atau memindah larutan ai satu tempat ke tempat lain dan digunakan pula untuk proses penyaringan setelah diberi kertas saing pada bagian atas.

5.                       Corong bucher
clip_image010
Menyaring larutan dengan dengan bantuan pompa vakum.

6.                       buret
clip_image012
Digunakan untuk titrasi, tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk mengukut volume suatu larutan.




7.                       Corong pisah

clip_image014
Untuk memisahkan dua larutan yang tidak bercampur karena adanya perbedaan massa jenis. Corong pisah biasa digunakan pada proses ekstraksi.

8.                       Labu ukur leher panjang
clip_image015 
Untuk membuat dan atau mengencerkan larutan dengan ketelitian yang tinggi.










9.                       Gelas ukur

clip_image016 
Untuk mengukur volume larutan. Pada saat praktikum dengan ketelitian tinggi gelas ukur tidak diperbolehkan untuk mengukur volume larutan. Pengukuran dengan ketelitian tinggi dilakukan menggunakan pipet volume.














10.              Kondensor
clip_image018 
Untukl destilasi larutan. Lubang lubang bawah tempat air masuk, lubang ata tempat air keluar.
11.              Filler (karet pengisap)
clip_image020
Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan. Untuk larutan selain air sebaiknya digunakan karet pengisat yang telah disambungkan pada pipet ukur.








12.              Pipet ukur
clip_image022
Untuk mengukur volume larutan

Pipet volume atau pipet gondok
13.              atau volumetrik
clip_image023
Digunakan untuk mengambil larutan dengan volume tertentu sesuai dengan label yang tertera pada bagian pada bagian yang menggembung.








14.              Pipet tetes

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjy8bRuFBoNydMjeqgL_2C0ivV0pbe7r_jsK-WTBTtwtrievDihBJneNIjpuYg7oixqE5ccAPdBwy0D54v9qyQYywc6yBlX3RbnwjFzSLH7yz0wNINw8TjSdfb935jJOnVV3huoiT3lbVU1/s1600/t%252B.png

Nama : Very Toxic
Lambang : T+
Arti : Bahan yang bersifat sangat beracun dan lebih sangat berbahaya bagi kesehatan yang juga dapat menyebabkan sakit kronis bahkan kematian.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan tubuh dan sistem pernapasan.
Contoh : Kalium sianida, Hydrogen sulfida, Nitrobenzene dan Atripin.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8ulsEkccfjrvSAe_MPhlY_DJWvDISw6VJk5BcYOUqwPpaYSthfA8nDKZdlTS-qSqWvuicE054T8oc2aZvaPhKkp8i6H8eQT-34nX_VuZwll4glFqet9TQaFZ8etMQT-53jwS5PGD9czEi/s200/corrosive.png

Nama : Corrosive
Lambang : C
Arti : Bahan yang bersifat korosif, dapat merusak jaringan hidup, dapat menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal dan dapat membuat kulit mengelupas.
Tindakan : Hindari kontak langsung dengan kulit dan hindari dari benda-benda yang bersifat logam.
Contoh : HCl, H2SO4, NaOH (>2%)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7rv-F_ia9emLrCgHjsMVeSGv1zUBxDOxhi8dknTStLj26Gfa9rsQyMghoUwOpVyr-G3DGQiQ76jAq1TN5pPZ7bHyMP-unwK47jYjeQ2JN1YTBO2KcnuFWvlbwC1v9XrUtRDaQfVL9oxIH/s1600/flame.png


Nama : Flammable
Arti : Bahan kimia yang mempunyai titik nyala rendah, mudah terbakar dengan api bunsen, permukaan metal panas atau loncatan bunga api.
Tindakan : Jauhkan dari benda-benda yang berpotensi mengeluarkan api.
Contoh : Minyak terpentin.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyWev-NecvaZCkUoGareXcsaK1Dr4dDFGPBmZF1w7HMq2m9hgFBexvvvHloKxh2AeQm70NOBaSnIo9de2IJ7rn3Ue1VLEmOHu4E6mZnNw7eBO0e4-e4NG8xiZlS1tim2FFfBmsQ-Lq5HG7/s1600/f%252B.png

Nama : Highly Flammable
Lambang : F
Arti : Mudah terbakar di bawah kondisi atmosferik biasa atau mempunyai titik nyala rendah (di bawah 21°C) dan mudah terbakar di bawah pengaruh kelembapan.
Tindakan : Hindari dari sumber api, api terbuka dan loncatan api, serta hindari pengaruh pada kelembaban tertentu.
Contoh : Aseton dan Logam natrium.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYYlH4eo-IkahtKjPy9u1upYP3Ahh-ynZ7Mx4khpziFkKI2B3f7r21H-8jhvvkcp9uNwx1wtzkb3PuZQfCJpckWnsFeGR7pm3ULse91d61UudsDdG39E1DuTxRAGPAPc6w5Rf4Qi4GqjIh/s1600/extreme.png

Nama : Extremely Flammable
Lambang : F+
Arti : Bahan yang amat sangat mudah terbakar. Berupa gas dan udara yang membentuk suatu campuran yang bersifat mudah meledak di bawah kondisi normal.
Tindakan : Jauhkan dari campuran udara dan sumber api.
Contoh : Dietil eter (cairan) dan Propane (gas).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsfq2HFxyoWIZWNF0371C1jmxgbWhErjxf8R7FyRmwc_MEk5OmuqI_CULjeIHhJBchmFbOFMl9AAKlHzbPlO7k-UiI88rbBn6i52Pf6HFoYa5kghAk2wVeYTptkOZP_T7igIkHPNJqwGKG/s200/explosive.png


Nama : Explosive
Lambang : E
Arti : Bahan kimia yang mudah meledak dengan adanya panas atau percikan bunga api, gesekan atau benturan.
Tindakan : Hindari pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen atmosferik.
Contoh : KClO3, NH4NO3, Trinitro Toluena (TNT).

Penggunaan alat dan bahan dalam kegiatan di laboratorium yang tidak hati-hati dapat mengakibatkan kecelakaan kerja antara lain :
-         Luka, karena luka atau tersinggung banda panas.
-         Percikan zat.
-         Ledakan atau kebakaran.
E.Peran Kimia dalam Kehidupan
1. Bidang Industri
Mesin-mesin besar industri membutuhkan logam yang baik dengan sifat tertentu yang sesuai dengan kondisi dan bahan bahan yang digunakan.
2.   Bidang Pertanian
Peran kimia dalam bidang pertanian dapat dilihat pada penggunaan pupuk dan pestisida.Ilmu kimia juga berperan menganalisis kandungan tanah terkait dengan kesuburannya, sehingga dapat ditetapkan tanaman atau tumbuhan yang tepat.
3.   Bidang Kesehatan
Dengan ditemukannya perombakan molekul-molekul seperti karbohidrat, protein, dan lipit akan mengerahkan pada diaknosa suatu penyakit.
4.   Bidang Biologi
Proses metabolisme, pernapasan, dan pencernaan makanan merupakan reaksi kimia yang berlangsung terus menerus dan melibatkan banyak unsur atau senyawa kimia, misalnya karbohidrat, lemak, protein, enzim dan mineral.
5.   Peranan Ilmu Kimia Dalam Menyelesaikan Masalah-Masalah Global
Masalah yang paling krusial adalah menyangkut lingkungan hidup dan krisis energi

a.)            Energi
Ilmu kimia berperan dalam mengatasi krisis energi. Contoh : sumber energi yang mulai dikembangkan adalah alkohol, energi nuklir , dan energi panas bumi ( Geotermal )
b.)           Teknologi Biogas
Mulai banyak teknologi biogas dikembangkan. Contoh : Kotoran Hewan merupakan bahan baku utama pembuatan biogas. Pembuatan biogas tidak terbatas karena memanfaatkan kotoran hewan sebagai bahan pembuatan biogas.


RIFQI VIRGIANTO
X MIA 3